Rabu, 08 November 2017

Menulis Kebersamaan


Pada dasarnya, manusia adalah makhluk sosial. Tak dapat dipungkiri bahwa mereka membutuhkan sesamanya untuk hidup. Di dalam kehidupan, mereka tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan diri dan mengeluarkan potensi terbaiknya. Mereka juga butuh orang-orang yang dapat mendorong, menularkan inspirasi, dan membersamai dalam proses tersebut. Tak terkecuali bagi para penulis.
Penulis menuangkan pikirannya dengan cara berbeda dari orang kebanyakan. Mereka tahu, menggunakan lisan untuk menyalurkan buah pikir tidak selalu didengar, bahkan dianggap angin lalu bagi sebagian orang. Namun, penggunaan tulisan juga tidak selalu menjanjikan hasil yang lebih baik. Tapi setidaknya, sembari orang-orang membaca tulisan, secara bersamaan mereka juga akan mendengar dan mengerti jalan pikiran si penulis.
Beruntungnya bagi sang penulis, apabila ia dipertemukan dengan orang-orang yang mempunyai kesukaan dan kecenderungan yang sama. Memang, jalan Tuhan selalu tidak dapat diduga. Tergabung dalam suatu komunitas mestinya dapat berdampak pada si penulis itu sendiri, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Secara langsung, sebagai individu, si penulis merasa ia tidak sendirian dalam berkarya. Kepercayaan diri mulai tumbuh. Anggota-anggota komunitas dapat menjadi pemantik ampuh apabila semangat saat ‘berjuang’ mulai redup. Kebersamaan yang dihasilkan dapat memacu si penulis untuk terus berkembang dengan semangat yang sama, bahkan lebih besar. Saya jadi teringat sebuah pepatah, “Jika kau ingin berjalan cepat, maka berjalanlah sendiri. Tapi jika kau ingin berjalan jauh, maka berjalanlah bersama-sama.” Pepatah tersebut menyiratkan bahwa kebersamaan dapat berdampak terhadap cara pandang seseorang. Ia mampu berjalan cepat, karena ia hanya akan terfokus pada dirinya sendiri. Pun ketika dapat mencapai tujuan, kebahagiaannya hanya milik ia seorang.
Hal ini tentu berbeda dengan seseorang yang berjalan beriringan dengan orang-orang lain. Awalnya, agak sulit memang untuk beradaptasi di lingkungan yang baru. Kebersamaan membuat mereka menyadari, bahwa kemampuan dan ketahanan dalam mengatasi rintangan berbeda-beda. Kebersamaan mengajarkan mereka tentang arti kesabaran. Saling mengingatkan, menguatkan, dan memberi semangat mendorong masing-masing individu untuk terpacu mencapai tujuan yang diinginkan. Tidak hanya satu, bahkan dimungkinkan untuk mencapai beberapa tujuan sekaligus. Kepuasan batin yang tidak hanya menjadi milik pribadi serta adanya orang-orang untuk berbagi atas berbagai pencapaian menjadi anugerah tersendiri bagi orang-orang yang tergabung dalam komunitas.
Secara tidak langsung, penulis mampu memperbaiki kualitas tulisannya dari hari ke hari, dari hati ke hati. Dengan berbagi ilmu dan berdiskusi antar anggota komunitas, penulis bisa mendapat ide-ide segar serta melihat sesuatu dengan sudut pandang yang lain. Pemahaman tak hanya melulu dimengerti oleh akal, tapi juga nurani. Seorang penulis dapat memperbaiki tulisannya dengan kritik dan saran yang telah diperoleh. Dengan demikian, ia membuktikan bahwa dalam berproses, tentu mengharuskan usaha-usaha lebih harus dilakukan demi mencapai yang terbaik, meskipun ukuran ‘terbaik’ itu sendiri masih belum sepenuhnya jelas. Selain itu, dengan melakukan hal tersebut, secara tidak langsung si penulis juga telah mempertimbangkan perasaan si pemberi masukan. Melihat kritik dan sarannya telah berkontribusi dalam sebuah karya, tentu ia akan merasa bahwa ilmunya tidak hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri, namun juga kepada sesamanya. Relasi-relasi baru dengan orang-orang penuh inspirasi akhirnya dapat terjalin. Hal ini tentu sulit dipahami apabila pembelajaran atau peningkatan kualitas tulisan hanya dilakukan secara otodidak. Seseorang mungkin bisa belajar mandiri, misal dengan membaca buku “Kiat-kiat Menulis Ampuh Cepat”, kemudian mengaplikasikannya dalam proses belajar. Namun, pasti ada perbedaan yang dirasakan orang tersebut antara belajar dan bertanya langsung dengan orang-orang yang mahir di bidangnya, dengan belajar sendiri melalui media.

Begitulah. Bergabung dengan komunitas tentu mempunyai nilai lebih ketimbang belajar sendiri dalam suatu bidang. Anggota-anggota komunitas dapat saling membantu, saling memperkuat, dan saling membersamai demi menggapai tujuan pribadi maupun bersama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar