Apa sih bahagia itu? Setiap orang
punya definisi masing-masing tentang bahagia. Ngga mustahil juga kalo mereka
punya pendapat sama. Banyak hal mungkin bisa membuat beberapa orang merasa
‘senasib’. Entah karena pengalaman maupun cita-cita. Tapi menurutku, bahagia
itu tentang keputusan hati. Ketika hati ngerasa cukup dengan apa
yang kita miliki, biasanya ada perasaan senang dan tenang yang mengiringi. Nah,
ketika perasaan-perasaan itu muncul, kita bisa nganggep kalo kita lagi bahagia.
Simpel.
Contohnya,
saat kita bahagia dan cukup dengan keberadaan Tuhan dan orang-orang tercinta (sebut
aja keluarga), pasti kita pengen bikin mereka bahagia juga? Harusnya, kita
bakal ga punya waktu untuk membahagiakan orang lain dulu. Apalagi, yang mau
kita bahagiakan itu orang asing. Seakan-akan kita udah tau luar dalemnya. Belum
tentu dia tulus pengen ngebahagiain kita. Bisa jadi malah membawa kita pada
penyesalan yang tak berujung. Apa kita ga mikir sejauh itu?
Ngomongin
bahagia, juga ga melulu harus tentang materi. Ada orang-orang yang banyak
harta, tapi hidupnya sengsara. Ada yang banyak uang, tapi fisiknya sakit. Ada
juga yang banyak uang, tapi hasil nyolong. Yang punya uang tapi sakit-sakitan,
secara ga langsung uang yang mereka miliki bakal berkurang bahkan habis hanya
untuk berobat. Nah, kita bisa mengasumsikan kalo kesehatan juga menentukan
kebahagiaan. Kalo yang banyak uang tapi dari sumber yang ga halal, aku ga yakin
kalo hidup mereka akan sepenuhnya bahagia. Gimana mau bahagia, kalo hati dan
pikirannya aja ga bisa tenang, takut tingkah lakunya kebongkar, atau malah hartanya
balik dicuri orang lain.
Jadi,
intinya bahagia itu tentang hati yang bisa bersyukur atas semua karuniaNya.
Mulai dari kenal keberadaanNya, diberikan orang-orang tercinta, ketentraman
hati, juga rezeki. Kalo hati bisa selalu bersyukur dan tenang, bukannya ga
mungkin kita bisa menebarkan kebahagiaan buat orang lain.
Solo, 5 Maret 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar