Jumat, 26 September 2014

Perkara yang Dapat Menggugurkan Pahala

Nah.. untuk kali ini saya akan mencoba menjelaskan perkara-perkara apa saja yang menggugurkan pahala. Monggo disimak :)

Berikut perkara-perkara yang membatalkan pahala :

1.   Riya'
      Riya' adalah melakukan perbuatan amal dengan harapan agar dipandang atau dipuji orang lain,        bukan melakukan amalan karena Allah SWT.
    “Sesungguhnya amalan itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya amalan seseorang itu akan  dibalas sesuai dengan apa yang ia niatkan.” - Muttafaqun ‘alaihi
  Riya bagi menjadi tiga:
 a. Riya' sebelum beramal
 b. Riya' saat beramal
 c. Riya' setelah beramal

Jadi, sebisa mungkin kita menjauhi riya' agar pahala yang kita dapatkan tidak terbuang sia-sia.


2.  Tidak ada perasaan bahwa Allah mengawasi
   Apabila seorang hamba tidak merasa bahwa Allah mengawasi dirinya, akan sangat mudah sekali baginya untuk melakukan maksiat, dan mungkin amal yang dilakukannya tidak diniatkan karena Allah sehingga rusaklah pahalanya.  Oleh karena itu, mari kita sebagai hamba Allah senantiasa memiliki sifat ihsan. Ihsan adalah melakukan ibadah seolah-olah kita melihat Allah SWT. Jika tidak mampu, yakinkan bahwa Allah SWT selalu melihat perbuatan kita.


3. Hasad
   Hasad atau dengki juga bisa merusak pahala amal. Yang disebut hasad ialah tidak suka melihat orang lain mendapat kenikmatan dan berusaha menghilangkan nikmat tersebut bahkan membuat kesulitan baginya. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda : "Al-hasad memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar". Rugi sekali kan?

4. Syirik
  Syirik atau menyekutukan Allah merupakan dosa yang amat besar. Selain itu, dapat membatalkan pahala ibadah. Ini sudah disebut jelas dalam Al-Qur'an "Dan sungguh telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelum kamu, 'Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan terhapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi'." (Az-Zumar: 65). 


5. Murtad
   Murtad atau keluar dari agama Islam tentu saja membatalkan amalan yang pernah dilakukannya. Dalam Al-Qur'an disebutkan :"Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya" [Al-Baqarah: 217]. Selain dalam surah Al-Baqarah juga disebutkan: "Barang siapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam), maka hapuslah amalannya dan ia pada akhirat termasuk orang-orang yang merugi. [Al-Maidah: 5].


Maka dari itu hendaknya kita senantiasa berlindung kepada Allah agar dijauhkan dari perkara-perkara di atas. Jangan sampai amalan yang telah kita lakukan menjadi sia-sia dan tidak berguna di akhirat kelak. Naudzubillah..




*Terinspirasi dari kajian Nurul Huda UNS


Tidak ada komentar:

Posting Komentar